Wilayah dalam portofolio aktif
- Unit kelola
- 71
- Kabupaten
- 3
- Skema
- 3
PROGRAM KONSERVASI NUSANTARA
Pengetahuan dan keputusan masyarakat adat menjadi landasan untuk menjaga hutan, mata air, mangrove, pesisir, dan laut. Nusantara Carbon memperkuat peran tersebut melalui data, teknologi, tata kelola, dan pembiayaan konservasi jangka panjang.
Pilih logo untuk mengenal masyarakat, ruang hidup, dan arah konservasi di setiap wilayah.
DARI RENCANA KE AKSI
Kesepakatan masyarakat memberi arah bagi perencanaan, kegiatan lapangan, dan peninjauan hasil. Jelajahi wilayah dan hasil analisis yang tersedia melalui dashboard konservasi.
Lihat peta wilayah, analisis awal, laporan kegiatan, dan informasi tata kelola yang telah tersedia untuk publik.
Buka dashboard konservasi →Landasan Bersama
Pendekatan kami menempatkan masyarakat adat sebagai pengambil keputusan dan pelaksana konservasi. Pengetahuan serta kesepakatan setempat menjadi landasan, sementara data, teknologi, dan pembiayaan membantu masyarakat merencanakan kegiatan, memantau hasil, dan menjaga keberlanjutannya.
Programme Aktif
BICP bertumpu pada hubungan hidup desa adat, subak, dan komunitas setempat dengan hutan, mata air, pertanian, kawasan suci, pesisir, dan laut. Pemetaan, pemantauan, tata kelola, serta pembiayaan memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keterhubungan ruang hidup tersebut.
Dalam Pengembangan
KICP dikembangkan untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga hutan tropis dan sungai yang menjadi ruang hidupnya. Pengetahuan wilayah serta tata kelola setempat menjadi landasan pengembangan pendekatan konservasi pada skala bentang alam.
Dalam Pengembangan
PICP dikembangkan dengan menempatkan masyarakat dan wilayah adat sebagai landasan konservasi. Hutan, pegunungan, sungai, pesisir, dan laut dipahami sebagai ruang hidup yang saling terhubung, dengan pengetahuan serta keputusan masyarakat sebagai titik awal.
Programme Strategis
SUMICP dirancang untuk menghubungkan pengetahuan masyarakat dan tata kelola lokal dengan konservasi hutan pegunungan, dataran rendah, rawa, serta pesisir. Keragaman ruang hidup menjadi dasar pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah.
Programme Strategis
SULICP diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga pegunungan, karst, hutan, pesisir, dan pulau-pulau. Pengetahuan serta tata kelola lokal menjadi pijakan untuk merancang konservasi yang sesuai dengan keragaman ruang hidup Sulawesi.
Programme Strategis
JICP dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga ruang adat dan ekologi di tengah kepadatan serta perubahan penggunaan lahan. Pengetahuan, pranata setempat, dan kebutuhan masyarakat menjadi pijakan bagi arah konservasinya.
Programme Strategis
NUSICP dirancang dengan perhatian pada pengetahuan masyarakat tentang air, pangan, dan kehidupan di lahan kering serta pulau-pulau kecil. Savana, pegunungan, pesisir, dan ruang hidup komunitas menjadi satu kesatuan dalam arah konservasinya.
Programme Strategis
MALICP diarahkan untuk memperkuat penjagaan pulau-pulau kecil, pesisir, dan laut yang bertumpu pada masyarakat. Pengetahuan serta tata kelola sumber daya setempat menjadi landasan untuk merawat keterhubungan kehidupan di darat dan laut.